Selasa, 17 Februari 2009

Kemana kau yang perkasa??

Di suatu sore sekitar pukul 16.30 dari rumah seorang sahabat di daerah pingggiran Bandar Lampung, aku pulang menaiki bus damri. Bus rakyat karena tarifnya sedikit lebih murah daripada angkot-angkot yang ada di Bandar Lampung. Entah kenapa sore itu bus penuh dengan penumpang yang akan menuju kota Bandar Lampung. Tempat duduk penuh, beberapa orang berdiri tak terkecuali aku. Sebenarnya aku lelah dan hampir tak kuat untuk berdiri. Tapi aku juga masih punya rasa malu untuk duduk menggelosor di lantai bus. Ku keluarkan seluruh tenaga tersisa untuk tetap bertahan berdiri. Pertengahan perjalanan seorang wanita paruh baya menaiki bus itu juga. Ia terlihat tak kuat berdiri. Yang membuat aku heran kenapa tidak ada satupun manusia muda yang bersedia memberikan tempat duduknya untuk wanita itu. Kulihat keringat mengalir dari dahi keriputnya. Beberapa detik kemudian, ibu muda yang perutnya membesar, yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, mempersilahkannya untuk duduk dikursinya,. Menurut perkiraanku usia kandungannya enam bulan. Subhanallah, ia mengajarkan sesuatu yang berharga padaku dan pada beberapa orang dalam bus damri itu. Anak dalam kandungannya sudah di ajarkan untuk memberikan apa yang mampu kita beri disaat itu juga saat makhluk Alloh yang lain sedang membutuhkan pertolongan saudaranya.

Jika ingin menolong seseorang jangan menunggu hingga orang itu meminta pertolongan kita, tetapi tawarkan apa yang kita bisa bantu untuknya saat itu. Jadi tanyalah selalu apa yang bisa anda bantu untuk saudara atau orang terdekat anda....

4 komentar:

  1. terkadang...ego menutup keperkasaan itu...jarang sekali yg berani...membuktikan merahnya!

    BalasHapus
  2. itu loh..'buktikan merahmu' iklan slh stu produk rokok (sensor merknya..hehe)

    BalasHapus
  3. oh ya.. tengkyu... tengkyu...

    BalasHapus