Jumat, 30 Desember 2011

Adrian(a)


Adrian(a)...
puing aksara teracak pada liku labirin
yg kau lewati jejaknya.
tak mampu lagi tersulam rindurindu
pada setiap suara

Adrian(a)...
sengaja ku lupa tangkaitangkai rasa
yang terbuang di halaman
agar kelak
jika waktu masih bersama kita,
akan kau petik satu
untuk taman rinduku


(puisi ini terinspirasi dari Novel berjudul Adriana karya Fajar Nugros dan Artasya Sudirman)

Rabu, 28 Desember 2011

Kumpul Bocah


Inginnya seperti ini saja. Keceriaan yang terhias tanpa memikirkan masalah. Tapi waktu sesuai takdirnya harus terus berjalan mengiringi usia...

Mesranya (dari belakang :-D )



Selalu iri, iri karena bahagia tentunya, setiap kali ada teman yang menikah dan membaca namanya di selembar undangan walimatul ursy-nya. Sedih, karena takut tidak bisa lagi sedekat dulu. Bahagia, merasakan bahagianya juga saat terlihat binar-binar bahagia dimatanya. Terharu, ketika tetes airmata mengalir setelah pembacaan akad diselesaikan dengan baik oleh mempelai pria. Lalu dalam setiap untaian doa dan harapan, berharap pula, agar selanjutnya nama kita yang tertulis di sana. Karena Allah SWT tak pernah ingkar. sabar dan ikhlas saja... Lalu, Nikmat Tuhan yang manakah yang aku dustakan?

Ekspresi paling oke di HAB ke-66 Pesawaran